Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Layanan Professional & Anti Tewur

Kontrak Layanan Professional


Apa sih bedanya dukun, hipnoterapis, pelatihan tradisional, & pelatihan modern?

Salah satu perbedaan utama yang membedakan adalah Type Relationship yang terjalin diantara mereka dengan para kliennya.

Dukun & Pelatihan Tradisional pada umumnya bersifat Guru Center. Sedangkan Hipnoterapis dan pelatihan modern, bersifat Client Center.

Guru center artinya, Guru / dukun yang mendominasi klien.

Client center artinya ada kesejajaran posisi antata Guru/terapis dengan klien.

Salah satu ciri utama Client Center adalah adanya Kontrak & Kesepakatan sebelum sang terapis/ guru memberikan layanannya.

Contoh :
Jika anda pernah ikut pelatihan NAQSDNA, anda pasti diminta mengisi formulir yang berisi kontrak kesepakatan pelatihan.

Contoh prakteknya, silahkan baca Formulir Pelatihan NAQSDNA ini https://goo.gl/forms/DyFq5CTkteQlhk2D2

Atau yang versi WhatsApp Click to Chat ini https://goo.gl/XSNZDo

Ada kolom kesepakatan yang harus disepakati bersama, sebelum seseorang mengikuti suatu layanan professional.

Kesepakatan ini membuat sesi-sesi selanjutnya bersifat terbuka/transparan dan sudah sama-sama mengetahui.

Beda dengan sistem perdukunan, karena tidak ada keterbukaan di dalamnya. Seringkali suatu sesi yang tadinya dibilang cuman gratis, ternyata banyak menyimpan ranjau dan jebakan untuk menguras uang klien tanpa disadari. Apa anda Pernah mengalami?

Itulah kalau sistem kerja tidak bersifat professional. Katanya gratis... tapi ubo rampe, minyak, sama menyannya bisa sampai ratusan juta itu.. hehehe..

So..
Jika anda ikut suatu sesi terapi atau training, tapi tidak ada kontrak kesepakatan dan keterbukaan biaya. Itu artinya, anda sudah masuk pada sistem tradisional...

Apa tidak boleh?
Boleh saja, gak ada yang melarang kok. Asal anda sudah siap dengan segala resikonya...

Ittuu...



No Tewur.

Adakalanya, ada orang yang mau daftar pelatihan di saya itu buaaanyak banget pertanyaannya. Menghadapi yang model begini, saya akan menjawab secukupnya. Terkait dengan informasi yang dia perlukan. Selebihnya, Saya akan pasang sikap.. CUEX MODE ON. Alias No Reken, No Follow Up, No Hypnotic Persuation, & No rayuan Gombal.

Why...?
Karena dari style conversation yang ada, jelas orang ini type orang yang tidak berbakat belajar ilmu-ilmu yang berbasiskan pengetahuan bawah sadar ataupun metafisika. Atau orang yang ruwet kebanyakan mikir alias suka banget membanding-bandingkan ilmu, atau punya trauma pernah kena tipu, atau banyak tanya karena memang masih awam banget, dll.

Makanya, dia tetap saya layani dan saya beri informasi. Tapi secukupnya saja.

Jika orang ini type orang awam yang belum punya dasar pengetahuan. Maka informasi dari saya itu sudah cukup sebagai tambahan wawasan untuk membuat keputusan apakah jadi ikut atau tidak.

Demikian juga jika dia type orang yang suka cari perbandingan sebelum memutuskan. Maka, informasi dari saya itu sudah cukup sebagai bahan perbandingan.

Sedangkan bagi orang yang trauma pernah kena tipu dan type orang yang skeptis penuh keraguan. Maka, walau dikasih penjelasan selama 3 hari 3 malam. Orang seperti ini masih saja akan tetap bingung dan tidak bisa memutuskan.

So....
Karena tidak ada paksaan dalam pendaftaran dan tidak ada hipnotis-hipnotisan.

Maka, Yang masih ragu, saya biarkan saja dia tenggelam dalam keraguannya. Dan sibuk keliling dunia mencari yang lain. Anggap saja belum jodoh dengan saya.

Sudah 10 tahun lebih saya jadi Customer service untuk lembaga pelatihan saya sendiri. Jadi, saya itu hafal banget. Mana yang bakalan gabung, dan mana yang Cuman tanya-tanya doang.

Itu sebabnya, saya ambil sikap seperti yang saya tulis di paragraf awal tadi. Karena ilmu itu soal jodoh. Jadi biarlah yang memang sudah ada jodoh saja yang gabung.

Hemat energi itu bagian dari pola hidup yang sehat dan sukses.

Bagaimana menurut anda?

*

Salam Sehat.

Edi Sugianto,
naqsdna.com | dnasukses.com